Monday, May 23, 2016

Migrasi?

Yeay, I finally managed to make a wordpress account!


Sebenarnya belum tau akan benar-benar pindah apa ngga. Akan sangat rindu sama blogger ini huhu dasar dangdut.

Tapi, gimana ya caranya mindahin followers dan statisticsnya hmmm dasar kamu gaptek ah.


Yaudah,
pokoknya,
secara bertahap
akan segera pindah ke wordpress baru
:') 

Friday, February 26, 2016

tik tik tik

tik tik tik

tiktiktiktiktik


jatuh berulang serupa ritmik
berbisik
mengusik
pikiran yang pelik

jatuh ia mengalir ke hilir
tanpa terburu
terus saja berjalan
hingga tak habis habis jadi genangan


genangan
kenangan
apa yang jadi pembeda
berdua mereka samar samar menguap ke udara

hanya suara itu
tiktiktik
tak henti berulang
kembali menggenang
kembali mengering
pun juga
tiktiktik
di sudut mata


Friday, February 19, 2016

5:35 AM


Aneh
hujan itu belum datang lagi
Padahal kedatangannya ditunggu-tunggu
Tangisan-tangisan tak terdengar
belum sempat ia jatuh
sudah lebih dulu diberi petuah
"Jangan", katanya
"Untuk apa?", ujarnya
  
Ada sesuatu yang memang seharusnya dilepas
Bersamaan dengan hujan--yang masih juga belum nampak kehadirannya

   
Tidak ada lagi yang bisa diperbaiki
  

Karena tidak ada yang rusak?
Atau mungkin karena tidak tahu bagian mana yang rusak?

Rasanya aneh
Seperti gemuruh tak berkesudahan
Mata air airmata kering tak terelakkan
Rasanya kosong
Tidak tahu apa yang dirasa
Hanya menunggu kapan waktunya
Tangis itu pecah dengan sendirinya


---
Hey,
You're trying to impress someone out there, right?
You know, it's strange knowing that i'm sad but happy but honestly i don't know what term(s) suit me well this time.
I do really wish you're surrounded by happiness
and i will be glad if you're happy now.
But this selfish self-centered side still make some noises, that made me feel like......
Ah, forget it.


It's okay to fall in love, tho.


"...Bukanlah suatu tragedi, jika kamu jatuh cinta lagi" (Sang Filsuf - Mr. Sonjaya)
  

Tuesday, January 19, 2016

Malam

Satu demi satu pengingat muncul dari layar
Mengingatkan bahwa malam pernah menjadi penyatu antara pikiran yang lelah atau yang berusaha bekerja namun payah
Malam pernah, menjadi sesuatu yang lebih hangat dari matahari
Membicarakan sesuatu entah apa dengan penuh arti, juga hati-hati
Walau pada akhirnya, kehati-hatian itu tidak lagi berarti
Karena malam, pernah membuat jatuh hati


Malam pernah menjadi sebuah rutinitas
Waktu bercakap setelah seharian menaruh penat
Tempat bermimpi setelah hati terisi semangat untuk bangun pagi
Untuk kembali berujar selamat pagi
Pada entah siapa


Malam bukan kosong
Padanya kamu bisa menatap kosong
Namun
Malam bukan kosong
Padanya kamu bisa mengingat, berujar, untuk kemudian melupakan
Malam bukan kosong

Ucapanku,

juga bukan

Hanya telinga memilih
Apa yang ingin ia dengar

Jikalau memang tidak ingin kamu dengar
Apalah dayaku


Kemarin malam, hujan turun
Bukan dari langit
Hanya pelupuk mataku tiba-tiba tidak mampu menahan
Bendungan itu runtuh
Membawa segala
tak bersisa

Lucu

Malam kini tak sehangat sebelumnya

Monday, January 4, 2016

Luruh

Januari,


aku ingin
luruh
bersama air
yang dimuntahkan langit
tersapu
gelombang
hingga muara

Januari,


sungguhpun kenangan ini akan terus kuingat
esok, lusa
atau seribu tahun lagi
aku ingin
kau menemani


Desember tak lagi di sini, Desember menanti
perjumpaan sebelas bulan lagi


Januari,


aku ingin luruh
bersama sungai mengalir dari pelupuk mata
bersama terang gelap dan batas di antaranya
bersama angin menghembuskan satu nama


Januari,


aku ingin
luruh
bersamamu.

Tuesday, November 10, 2015

Bagaimana?


kupikir aku bisa
sedikit demi sedikit meraih apapun untuk merekatkan 
apapun yang bisa direkatkan
padahal nyatanya berbeda
tindakanku secara tidak sadar justru merenggangkan bagian yang lainnya
menyambung jalan yang tidak kuat pondasinya
bagaimana merekatkannya?


kupikir hanya aku yang merasa
aku lupa bahwa kamu juga makhluk yang perasa
inginku dibilang paling mengerti
padahal nyatanya berbeda
memahami diri sendiri pun tidak bisa


kupikir hanya aku yang mencinta
aku lupa bahwa kamu juga makhluk yang punya cinta
inginku dibilang paling mencinta
padahal nyatanya berbeda
kamu juga mencinta
kepada atau bukan kepadaku
rasa itu pasti ada


kupikir aku bisa
padahal nyatanya jelas berbeda
definisi kita akan sesuatu hal saja tidak sama
bagaimana menyatukannya?

Wednesday, October 14, 2015

Greetings from the (supposed to be) third

Tulisan ini dibuat dari tempat kita pertama kali bertemu. Tempat yang mungkin menjadikan kita seperti saat ini.


Tunggu, tempat ini tidak pernah salah.

Aku yang salah.

Akhirnya aku kembali ke tempat ini.
Setelah lama hanya melihatnya dari jalan,
sembari mengingat-ingat kejadian.

Tepat delapan bulan yang lalu,
namun rasanya seperti pertama kali
saat aku ke tempat ini.
Sebelum melangkahkan kaki,
takut, ragu, bingung, entah apa namanya.
Lalu berakhir sama,
aku masuk ke dalamnya.

Aku baru menyadari,
ternyata tempat ini sangat...
apa ya,
menyenangkan,
menenangkan,
tidak terlupakan. 
Dengan atau tanpamu di hadapanku,
rasanya tetap sama.


Tempat ini tidak salah,
aku yang salah.

Delapan bulan berlalu,
dan aku masih menyalahkan diriku.
Pikiranku menciptakan berbagai macam kemungkinan.
Penyebab dari apa.
Lalu menjadi bagaimana.
Otakku memang kadang luar biasa.

Kenangan itu kadang jahat, ya?
Menghantui.
Atau mungkin aku belum berdamai dengannya.
Makanya ia suka muncul tidak tahu diri. 

Seribu seratus satu hari.
Tentang apa yang seharusnya tidak perlu kuhitung dengan jari.
Tidak penting.
Tidak ada esensinya.

Benarkah?

Yet i'm still counting. 
Sampai hari ini.

Bagaimana denganmu?
Maaf aku masih belum bisa untuk tidak mencari tahu sesuatu tentangmu.
Bagaimana kamu sekarang?
Maaf aku berusaha mencari tahu sendiri namun aku tidak menemukan sesuatu.
Bagaimana...


Bagaimana kegiatanmu?
Bagaimana keluargamu? Adikmu?
Bagaimana kucingmu?
Bagaimana...



Bagaimana perasaanmu?


Semoga kamu baik-baik selalu.
Semoga semesta selalu membahagiakanmu.
Semoga....


Hei
tu me manque
मुझे आपकी याद आती है
ég sakna þín
mi manchi
あなたがいなくて寂しいです
μου λείπεις
Я скучаю по тебе
abdi sono ka anjeun
(!!!)

Hahaha
No, I mean it, you know.