Friday, July 15, 2016

-

"YOU know what is wrong about always searching for answers about something that happened in your past? It keeps you from looking forward. It distracts you from what's in front of you, Ya. Your future." - Ika Natassa, The Architecture of Love

Sunday, July 10, 2016

di mana-mana

aku melihatmu di mana-mana

kamu menjelma bayang
di sudut-sudut setiap bangunan

kamu menjelma musik yang ku dengar
tarikan di kedua sudut bibir tak dapat ku cegah
ketika kamu sedang mampir

sial, kamu datang lagi
di film yang ku tonton
aku sampai pusing memikirkan
air mataku ini
untuk aktor yang mana;
yang ada di layar atau kamu

kamu menjelma jalan pulang
menjelma lampu temaram
juga bising bahkan senyap

aku tidak sedang bercanda
kamu benar-benar ada
di mana-mana

 
namun sayang,
tak ku temui ragamu
yang sedang berada dalam rengkuhan entah siapa

Sunday, July 3, 2016

Belajar Membaca

aku ingin kau baca
padahal kau pun tak pernah berhasil ku baca

membacamu tak pernah semudah melafal

ini budi
ini ibu budi

membacamu perkara aku
apa aku siap mengetahui
apa makna dibalik apapun
yang berhubungan denganmu

membacamu perkara aku
apa aku mau
berdamai dengan konsepsi
yang ada di kepala
setelah tahu semua---tentangmu

sayang,
aku bukan dukun
aku tidak bisa membacamu

pun kamu,
bukan tak mungkin
juga tak bisa membacaku

maka sebuah kekonyolan
memintamu mengerti
tanpa aku bicara
selancar tulisan yang ku buat ini


ah, sayang,
aku jadi tidak ingin kau baca

lebih baik kita
belajar membaca diri
sendiri sajalah dulu

Wednesday, June 22, 2016

Tinggal atau Pergi?


terdiam,
termenung,
tertusuk.


adalah hak siapapun untuk pergi atau tetap berada di tempat yang ia singgahi
atau untuk pergi kemudian kembali
atau pergi,
dengan kecil kemungkinan untuk kembali lagi.


aku paham
bahwa pertemuan datang bersama perpisahan
walaupun keduanya mungkin tidak datang secara bersamaan.


yang belum aku pahami
adalah bagaimana
menjadi bulan
yang tetap rupawan
walau bersinar
sendirian.

Friday, February 26, 2016

tik tik tik

tik tik tik

tiktiktiktiktik


jatuh berulang serupa ritmik
berbisik
mengusik
pikiran yang pelik

jatuh ia mengalir ke hilir
tanpa terburu
terus saja berjalan
hingga tak habis habis jadi genangan


genangan
kenangan
apa yang jadi pembeda
berdua mereka samar samar menguap ke udara

hanya suara itu
tiktiktik
tak henti berulang
kembali menggenang
kembali mengering
pun juga
tiktiktik
di sudut mata


Friday, February 19, 2016

5:35 AM


Aneh
hujan itu belum datang lagi
Padahal kedatangannya ditunggu-tunggu
Tangisan-tangisan tak terdengar
belum sempat ia jatuh
sudah lebih dulu diberi petuah
"Jangan", katanya
"Untuk apa?", ujarnya
  
Ada sesuatu yang memang seharusnya dilepas
Bersamaan dengan hujan--yang masih juga belum nampak kehadirannya

   
Tidak ada lagi yang bisa diperbaiki
  

Karena tidak ada yang rusak?
Atau mungkin karena tidak tahu bagian mana yang rusak?

Rasanya aneh
Seperti gemuruh tak berkesudahan
Mata air airmata kering tak terelakkan
Rasanya kosong
Tidak tahu apa yang dirasa
Hanya menunggu kapan waktunya
Tangis itu pecah dengan sendirinya


---
Hey,
You're trying to impress someone out there, right?
You know, it's strange knowing that i'm sad but happy but honestly i don't know what term(s) suit me well this time.
I do really wish you're surrounded by happiness
and i will be glad if you're happy now.
But this selfish self-centered side still make some noises, that made me feel like......
Ah, forget it.


It's okay to fall in love, tho.


"...Bukanlah suatu tragedi, jika kamu jatuh cinta lagi" (Sang Filsuf - Mr. Sonjaya)
  

Tuesday, January 19, 2016

Malam

Satu demi satu pengingat muncul dari layar
Mengingatkan bahwa malam pernah menjadi penyatu antara pikiran yang lelah atau yang berusaha bekerja namun payah
Malam pernah, menjadi sesuatu yang lebih hangat dari matahari
Membicarakan sesuatu entah apa dengan penuh arti, juga hati-hati
Walau pada akhirnya, kehati-hatian itu tidak lagi berarti
Karena malam, pernah membuat jatuh hati


Malam pernah menjadi sebuah rutinitas
Waktu bercakap setelah seharian menaruh penat
Tempat bermimpi setelah hati terisi semangat untuk bangun pagi
Untuk kembali berujar selamat pagi
Pada entah siapa


Malam bukan kosong
Padanya kamu bisa menatap kosong
Namun
Malam bukan kosong
Padanya kamu bisa mengingat, berujar, untuk kemudian melupakan
Malam bukan kosong

Ucapanku,

juga bukan

Hanya telinga memilih
Apa yang ingin ia dengar

Jikalau memang tidak ingin kamu dengar
Apalah dayaku


Kemarin malam, hujan turun
Bukan dari langit
Hanya pelupuk mataku tiba-tiba tidak mampu menahan
Bendungan itu runtuh
Membawa segala
tak bersisa

Lucu

Malam kini tak sehangat sebelumnya